At the same time we has been waiting school for my daughter , in Qatar we tried to went somewhere while remember of the street. although sometime made me bore but I passed trough . One day we went to the game zone so that my kids were happy, exactly in city center. Many game could to played which one was climbed to the toys rock as small mountain . the tall is 10-15 m. I paid the card entering. And Surprised...! Azka , she is my daughter reached to the peak although with afraid of felt , that I was sure. I was rightfully proud to him. Caused she often felt be afraid if played some games. My first learn today was every child have big modality to grew up and always has been giving support them , encouragement..!
Sunday, 23 December 2007
Monday, 10 December 2007
ILMU TERPAKSA YANG AMPUH
Hampir dua minggu ini kami tinggal di Qatar , suatu negara di Timur Tengah dengan pendapatan perkapita yang cukup tinggi ditunjang sumber minyaknya yang melimpah , yang ada cuma satu kata makmur! Tapi jangan berpikir segalahnya mudah disini, terutama bagi kami pendatang harus banyak banyak banyak bersabar betul seperti yang my husband pernah bilang yang kebetulan sudah tinggal disini lebuh dulu selama tiga bulan. Pelajaran pertama adalah modal besar tidak menjamin sesuatu itu lebih settle dalam banyak hal. Terbukti sama saja baik di Indonesia atau di sini yang namanya kkn sudah jadi turunan, waktu saya antri untuk figer print my number is lead tapi tiba tiba yang datang terakhir malah didulukan ya mungkin karena mereka yang disebut Qatari pemilik tanah disini atau karena tampang saya memang biasa biasa saja alias ndeso disini . hi..hi..jadi pandangan pertama dilihat dari busono bahasa jawa alias baju alias tampilan depan. Pada akhirnya teknologi apapun tidak bisa menggantikan namanya attitude yang baik. Itu hanya salah satu yang baru saya tahu, mudah mudahan tidak ada lagi yang lainnya.
Pelajaran kedua adalah menjadi diri sendiri is OK, pertama datang suami sudah menyuruh pakai kacamata hitam terus kalau keluar rumah biar agak keren gitu kata suami dan dingatkan pakai baju jangan yang norak walaupun ukuran baju tersebut di Indonesia biasa saja dan kalaupun pakai kacamata hitam just to protect my eyes . Kadang saya ingin melakukan hal tersebut tapi lama lama capek deh! I want to be myself! hi..hi..
Ada hal yang penting yang harus kita lakukan mau nggak mau yaitu makhluk yang namanya adaptasi mainly dalam berhubungan dengan orang lain. Karena almost pakai bahasa inggris setiap berinteraksi dengan orang lain terutama selain orang Indonesia, dengan modalitas Inggris yang pas pasan mau nggak mau saya haru terus belajar dan meupgrade nya, anak anak terutama. Ini yang saya bilang ilmu terpaksa. Pengalaman konyol pertama saya ketika mencari sekolah anak by phone, terjadi kesalahan comunikasi, saya tanya sekolah mereka terimanya saya cari hospital hi..hi...Tapi sejauh ini sayamulai menikmati proses pembelajaran ini.
Semoga pelajaran hidup kami kali ini bisa kami lewati ......
Pelajaran kedua adalah menjadi diri sendiri is OK, pertama datang suami sudah menyuruh pakai kacamata hitam terus kalau keluar rumah biar agak keren gitu kata suami dan dingatkan pakai baju jangan yang norak walaupun ukuran baju tersebut di Indonesia biasa saja dan kalaupun pakai kacamata hitam just to protect my eyes . Kadang saya ingin melakukan hal tersebut tapi lama lama capek deh! I want to be myself! hi..hi..
Ada hal yang penting yang harus kita lakukan mau nggak mau yaitu makhluk yang namanya adaptasi mainly dalam berhubungan dengan orang lain. Karena almost pakai bahasa inggris setiap berinteraksi dengan orang lain terutama selain orang Indonesia, dengan modalitas Inggris yang pas pasan mau nggak mau saya haru terus belajar dan meupgrade nya, anak anak terutama. Ini yang saya bilang ilmu terpaksa. Pengalaman konyol pertama saya ketika mencari sekolah anak by phone, terjadi kesalahan comunikasi, saya tanya sekolah mereka terimanya saya cari hospital hi..hi...Tapi sejauh ini sayamulai menikmati proses pembelajaran ini.
Semoga pelajaran hidup kami kali ini bisa kami lewati ......
Monday, 19 November 2007
my first the real trained
Tanggal 17-18 melalui prepare yang serba mengejutkan dan tak terpikirkan sebelumnya, finally i got the real traned " sufi thingking ", Pada dasarnya sebagian besar teory sudah pernah aku dapatkan baik dari baca ataupun seminar.
Tak tahu kenapa pada pelatihan kali ini terasa berbeda, padahal my husband sebelumnya telah lebih dulu selama beberapa waktu brkecimpung didalamnya , tapi aku tak pernah tertarik tuk mengikutinya. Setelah saya merenung sebenarnya apa yang membuat aku begitu malas untuk mengikuti training sufi thingking, tak lain adalah perasaan sombong yang sangat halus yang hampir hampir tak kurasakan, yaitu merasa sudah pernah tahu. Padahal kalau dipikir sombong adalah sifat turunan jin katika terusir dari surga, oh..oh..that is me!...waktu itu.
Ya...yang utama adalah cause kasih sayang my Great Teacher. Selain dukungan dari my husband. Ada perassan berat waktu hendak berangkat malam itu selain karena aku masuk waiting list juga anakku alma sedang sakit, aida anak ketigaku belum pernah aku tinggal selama dua tahun terakhir untuk menginap, belum lagi tangisan azka anak pertamaku berlari-lari mengejar my car hanya mau bilang takut ma..jangan pergi. Saya cuma bilang sama dia "..azka mama sayang sama kalian , kalian jangan takut selain ada eyang terutama ada Nenek Guru di hati kalian yang akan menjaga kalian, dengan nada agak aku kuatkan agar azka merasa tenang, jauh dalam hati saya yang merendah serendah rendahnya kupanjatkan doaku ,Tuhan kutitipkan anak-anakku kepadamu dan juga kutitipkan diriku kemana Engkau akan bawa.."Mungkin buat sebagian orang hal seperti ini adalah sepeleh, tapi buatku merupakan hal yang berat...
Disana tema utamanya adalah hijrah menuju aklakhul karimah, kebetulan sekali dengan waktu keberangkatanku menuju qatar. Tentu tidak kebetulan juga jika aku bertemu banyak orang , belajar banyak hal. rendah hati, tulus, optimisme, sportif,loyalitas, fun, banyak lagi sifat baik yang bisa aku rasakan disana. Seijin Tuhan aku juga bertemu dengan orang Malaysia yang sudah berumur 75 tahunan, kupanggil mak cik farida. Dari mak cik ini juga aku belajar untuk berucap selaluh yang menyenangkan orang lain, penuh loving mak cik bilang , hi..hi..sudah langsung kubayangkan apa yang ingin kulakukan sepulang dari training ini, untuk orang-oarang terdekat yang kucintai. semoga...
Dua hari berlaluh menjelang kepulangan aku betekad satu hal " aku tidak mau menjadi manusia tanpa arti , aku ingin berarti dan bermanfaat untuk orang lain minimal untuk anak-anak dan my husband " Tidak besar mungkin, bisa kumulai dari hal kecil saja , senyum dan pelukan tulus untuk mereka.
Tak tahu kenapa pada pelatihan kali ini terasa berbeda, padahal my husband sebelumnya telah lebih dulu selama beberapa waktu brkecimpung didalamnya , tapi aku tak pernah tertarik tuk mengikutinya. Setelah saya merenung sebenarnya apa yang membuat aku begitu malas untuk mengikuti training sufi thingking, tak lain adalah perasaan sombong yang sangat halus yang hampir hampir tak kurasakan, yaitu merasa sudah pernah tahu. Padahal kalau dipikir sombong adalah sifat turunan jin katika terusir dari surga, oh..oh..that is me!...waktu itu.
Ya...yang utama adalah cause kasih sayang my Great Teacher. Selain dukungan dari my husband. Ada perassan berat waktu hendak berangkat malam itu selain karena aku masuk waiting list juga anakku alma sedang sakit, aida anak ketigaku belum pernah aku tinggal selama dua tahun terakhir untuk menginap, belum lagi tangisan azka anak pertamaku berlari-lari mengejar my car hanya mau bilang takut ma..jangan pergi. Saya cuma bilang sama dia "..azka mama sayang sama kalian , kalian jangan takut selain ada eyang terutama ada Nenek Guru di hati kalian yang akan menjaga kalian, dengan nada agak aku kuatkan agar azka merasa tenang, jauh dalam hati saya yang merendah serendah rendahnya kupanjatkan doaku ,Tuhan kutitipkan anak-anakku kepadamu dan juga kutitipkan diriku kemana Engkau akan bawa.."Mungkin buat sebagian orang hal seperti ini adalah sepeleh, tapi buatku merupakan hal yang berat...
Disana tema utamanya adalah hijrah menuju aklakhul karimah, kebetulan sekali dengan waktu keberangkatanku menuju qatar. Tentu tidak kebetulan juga jika aku bertemu banyak orang , belajar banyak hal. rendah hati, tulus, optimisme, sportif,loyalitas, fun, banyak lagi sifat baik yang bisa aku rasakan disana. Seijin Tuhan aku juga bertemu dengan orang Malaysia yang sudah berumur 75 tahunan, kupanggil mak cik farida. Dari mak cik ini juga aku belajar untuk berucap selaluh yang menyenangkan orang lain, penuh loving mak cik bilang , hi..hi..sudah langsung kubayangkan apa yang ingin kulakukan sepulang dari training ini, untuk orang-oarang terdekat yang kucintai. semoga...
Dua hari berlaluh menjelang kepulangan aku betekad satu hal " aku tidak mau menjadi manusia tanpa arti , aku ingin berarti dan bermanfaat untuk orang lain minimal untuk anak-anak dan my husband " Tidak besar mungkin, bisa kumulai dari hal kecil saja , senyum dan pelukan tulus untuk mereka.
Friday, 9 November 2007
Because mysoulmate ?

Tantangan dan masalah merupakan tanda bahwa ita mash hidup. Tidak ada didunia ini yang tidak lepas dari tantangan. Dari tantanggan ini membuat kita menjadi semakin matang dan dewasa dalam perkembangan mental. Tentu saja jika dijalani dengan baik, akan memberi pelajaran berharga. Semua ini adalah kata-kata yang pernah diucapkan seorang filsuf.
Begitulah saya mencoba membesarkan hati saya, merecovery my mind. Ketika saya merasa menderita dengan perasaan saya karena terpisah jauh dari my soulmate . Benar, tidak ada tantangan terlaluh kecil untuk dilalui ataupun tidak ada tantangan terlaluh besar untuk dilewati, semua sudah ada takaran dan kadarnya begitu dalam Al Quran disebutkan, yang berarti semua itu tidak akan melewati batas kemampuan manusia, I believe it but ....
Pertanyaan berikutnya apa yang diperlukan kalau begitu ? Pernah seorang sufi memberikan wejangan kepada muridnya yang merasa menderita karena permasalahan yang sedang menghimpitnya . Sufi itu berkata jangan jadi gelas tapi jadilah telaga atau danau. Sang sufi mengibaratkan masalah dengan segengam garam yang dimasukkan pertama dalam gelas lalu segenggam lainnya dimasukkna kedalam telaga maka ketika kita merasakannya , apa yang terjadi? Dalam air garam pada sebuah gelas akan terasa lebih asin dari pada air garam yang ada pada telaga dengan takaran garam yang sama yaitu segenggam .Begitulah suatu masalah yang terjadi pada setiap manusia diibaratkan dengan garam sedangkan gelas ataupun telaga adalah hati yang menampungnya. Kesimpulannya sebesar atau sekecil apapun suatu permasalahan akan tergantung sekali dari hati kita , semoga saya bisa memiliki hati seluas telaga, Can I?....
Saturday, 22 September 2007
Dibawah pohon mlinjo, jasad mak oni di kuburkan...
Mak Oni adalah wanita desa tua yang sederhana, umurnya mendekati 66 tahun. Kemarin pagi menninggal dunia dengan tenang dan dikuburkan dengan ceria. Bersama k
e-25 cucunya dan enam anaknya, mereka semua duduk santai, ada yang bermain-main, ada yang termenung memandangi jasad berkain putih di liang kubur, ada yang mencangkul menutup sisa-sisa tanah kedalam kubur , bahkan ada juga yang bercanda.
demikianlah , tidak ada tangisan, tidak ada kutbah, tidak juga karangan bungah. Dibawah pohon mlinjo, didesa yang jauh dari riuh kendaraan roda dua atoupun roda empat, jasad sederhana itu disemayamkan dengan tenang. Sebuah tempat istirahat yang damai, membuat iri penduduk Jakarta yang padat. Sungguh wanita yang bahagia, dari rahimnya lahir enam orang anak, berliter susu sudah ia curahkan, demikian pula luasnya kesabaran yang ia berikan. Mungkin ia wanita idaman dunia.
Saturday, 15 September 2007
Nyanyian seorang petani
Berilah kiranya yang terbaik bagiku
tanah berlumpur dan kerbau pilihan
biji padi yang manis
Berilah kiranya yang terbaik
air mengalir
hujan menyerbu tanah air
Bila masanya buahnya kupetik
ranumnya kupetik
rahmat-Mu kuraih
tak tahu puisi dari mana tiba-tiba saja sudah ada di dalam tas kecilku, isinya sederhana tapi menyentuh hatiku. Pada awal puasa ini sebenarnya udara terasa panas tapi setiap pagi hari aku keluar bersama anak-anakku matahari seolah lembut menyapa kami, daun daun pohon syadu menari bersama angin pagi. Belum lagi aroma udara pagi yang masih bersih disekitar tempat tinggalku, sungguh membuat hati tentram karenanya.
Demikianlah dalam surat Ar-Rahman sering Allah katakan" Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan ? "
tanah berlumpur dan kerbau pilihan
biji padi yang manis
Berilah kiranya yang terbaik
air mengalir
hujan menyerbu tanah air
Bila masanya buahnya kupetik
ranumnya kupetik
rahmat-Mu kuraih
tak tahu puisi dari mana tiba-tiba saja sudah ada di dalam tas kecilku, isinya sederhana tapi menyentuh hatiku. Pada awal puasa ini sebenarnya udara terasa panas tapi setiap pagi hari aku keluar bersama anak-anakku matahari seolah lembut menyapa kami, daun daun pohon syadu menari bersama angin pagi. Belum lagi aroma udara pagi yang masih bersih disekitar tempat tinggalku, sungguh membuat hati tentram karenanya.
Demikianlah dalam surat Ar-Rahman sering Allah katakan" Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan ? "
Friday, 14 September 2007
ketika anak-anak bertengkar
Kau ingin kami tampak...
seideal seperti dalam buku cerita ,
namun jangan panik bilamana kami bertengkar.
Kami perlu berdebat
agar terlatih menerima dan memberi
ditempat yang aman-dirumah.
Hentikan aku sebelum menarik rambutnya,
namun jangan perpanjang pertempuran ini dengan segala reaksimu.
Setelah semua ini berlaluh,
kami akan kembali seideal seperti dalam buku cerita, hingga......( to azka & alma ,mom always love you)
seideal seperti dalam buku cerita ,
namun jangan panik bilamana kami bertengkar.
Kami perlu berdebat
agar terlatih menerima dan memberi
ditempat yang aman-dirumah.
Hentikan aku sebelum menarik rambutnya,
namun jangan perpanjang pertempuran ini dengan segala reaksimu.
Setelah semua ini berlaluh,
kami akan kembali seideal seperti dalam buku cerita, hingga......( to azka & alma ,mom always love you)
Subscribe to:
Posts (Atom)