Showing posts with label my poem. Show all posts
Showing posts with label my poem. Show all posts

Saturday, 10 January 2009

bagaimana bisa.....














baimana aku bisa tidur Tuhan
bagaiman aku bisa makan nyaman Tuhan
bagaimana aku bisa tertawa Tuhan
bagaimana aku bisa enjoy menikmati shoping hari ini Tuhan
bagaiman aku bisa ............

sedangkan diluar sana banyak saudara kami tidak ada atap hanya untuk sekedar berteduh dari hujan
sedangkan diluar sana masih banyak saudara kami yang tidak cukup makan hanya untuk sebutir nasi
sedangkan diluar sana masih banyak saudara kami yang tidak ada kain hanya untuk menutup tubuhnya

( picture from London SLR on Flickr )

Tidak penting siapa aku di mata mu

Ketika banyak orang kagum dengan teman sebelahku karena
kekayaannya
kegagahannya
kedermawananya
kepintarannya
keramahannya
kecantikannya dan lain lainnya yang layak dan biasa di kagumi manusia
maka akupun tetap tidak perduli bagiku cuma ada satu Kekaguman Tertinggi ku dan membuat aku Perduli ....Rahman & Rahim Tuhan atas ku.

Tuesday, 6 January 2009

Untuk Jiwa suci Di Palestine





Beberapa Waktu ini jiwa & raga terasa sakit ibu
Menyaksikan jiwa jiwa suci berbalut beludru merah
Menahan peri yang tida tara dibanding sayatan seribu pisau
Anak anak direngut paksa kasih sayang dari buaian bunda bapaknya
wanita wanita harus mampu menahan sesak di dada & kehabisan air mata

Hanya karena janji Tuhan tiada alpa maka jiwa jiwa suci itu akan menjadi penyemangat jiwa untuk selaluh berjuang di jalan Nya.

Tuesday, 19 February 2008

Macam cinta

Ada banyak macam cinta di dunia
Cinta seorang hamba pada Tuhannya
Cinta seorang ibu kepada anaknya
Cinta seorang bapak pada anaknya
Cinta seorang Suami pada istrinya
Cinta seorang istri pada suaminya
Cinta seorang anak pada orang tuanya
Cinta jejaka pada gadis pujaannya
Cinta pedagang pada uangnya
Cinta budak pada tuanya
Cinta anak kecil pada mainannya
dan masih banyak lagi cinta cinta lainnya
Tapi tak ada yang tahu pasti apa arti cinta sendiri....?
Cinta adalah setitik dari tak terhinggah senyum Tuhan pada bara

Tak ada tempat selain Kau

Sembunyi dimana aku ....disinipun aku masih Kau temukan
Sembunyi dimana aku .... belum sempat ku berdiri bayangannkupun telah Kau genggam
Sembunyi dimana aku .... cangkangku telah Kau jadikan mainan bocah umur 5 tahun
Sembunyi dimana aku .... Suarapun tak Kau sisakan
Sembunyi dimana aku .... belum lengkap ruhku dipersatukan Kau sudah bersemayam di awang awang
Mau apalagi aku ....

Monday, 18 February 2008

seperti biasa

Seperti biasa kutunggu engkau di perempatan pasar pukul lima sore ini
seperti biasa kutunggu sepeda kumbangmu menjemputku pukul lima sore ini
seperi biasa kutunggu senyum terbaik mu dan juga bau minyak rambut mu merk tancho yang mengharumkam perempatan pasar sore ini
seperti biasa kutunggu gaya khas mu turun dari sepeda dengan kaki pincang sebelah gagah perkasa menembus jalan makadam di perempatan pasar sore ini
Seperti biasa kita pun bercanda seperti film india yang diputar petang kemarin di bioskop ujung pasar, main petak umpet dipohon termbesi
Takperduli orang bilang kita norak, kampungan....
nggak mbois blasssss......dan berjuta julukan lainnya.....
ya....seperti biasa......apalagi...???



Bahagiakah ma..menolong orang lain?

Bahagiakah ma..menolong orang lain ?
Terucap berkali dari mulut kecil itu
Sederhana ...kalimatnya , penuh beribu makna didalamnya
terus saja kaki melangkah sambil sesekali menenggok ke dalam wajah mungil yang menanti jawaban.....Bahagikah ma...menolong orang lain?
masih saja aku terdiam sambil sesekali tersenyum kepada wajah mungil itu