
Waktu kecil saya pernah punya pengalaman yang cukup membekas dalam jiwa saya .
bermula setiap jalan jalan kepasar dikota kecil saya Gresik, sepanjang jalan sering bertemu peminta minta, baik muda tua, sehat ataupun ada yang sakit/cacat anggota tubuhnya. Satu dua kali saya sering memberi sekedar uang receh pada mereka tapi lama kelamaan kakak perempuan saya sempat pula mengerutu. " wah..nggak usah dikasih Ren nanti jadi kebiasaan" atau kadang " kasih saja yang bener benar sudah tua atau cacat kalau yang masih muda nggak usa dikasi "
begitu pula setiap ada pengemis didepan rumah kalu masih muda kakak saya bilang "nggak usah dikasih " kadang hampir tiap sore seorang peminta2 tua sudah menjadi langganan dirumah kami dan bener saja kalu ketemu kakak saya kadang sempat tedengar ngerundel " minta koq tiap hari "
tapi saya pernah belajar satu hal dari bapak saya almarhum ( semoga mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT ) setiap hari jumat sebelum sholat jumat di masjid Jami' /besar di kota saya , bapak selaluh menyiapakan dikantongnya uang recehan agak banyakrupanya bapak selauh memberi anak2 yang meminta minta didepan Masjid dengan uang recehan tersebut, kadang pula didepan rumah kalau ada pengamen yang menyayikan sebuah lagu bapak panggil suruh menyanyi beberapa lagu( karena bapak suka lagu2) kemudian bapak akan kasih uang agak banyak buat pengamen tersebut. Bapak pun tidak pernah membedah bedakan kalau memberi peminta minta.
pernah suatu hari bapak berkata kepada saya " bahwa memberi uang recehan itu tidak akan membuat kamu miskin, senang melihat orng senang itulah maksudnya tidak mempersulit begitu pelajaran yang pernah bapak katakan kepada saya " lebih tepatnya dengan bahasa saya adalah " Memberi tanpa syarat "
saya tidak begitu faham dalam hal agama , pernah saya baca entah hadist atau apa " bahwa jikau ada seorang peminta minta sekalipun ia naik kuda maka tetap berilah dia ". Begitulah yang ingin saya share kali ini " memberi tanpa syarat "
bermula setiap jalan jalan kepasar dikota kecil saya Gresik, sepanjang jalan sering bertemu peminta minta, baik muda tua, sehat ataupun ada yang sakit/cacat anggota tubuhnya. Satu dua kali saya sering memberi sekedar uang receh pada mereka tapi lama kelamaan kakak perempuan saya sempat pula mengerutu. " wah..nggak usah dikasih Ren nanti jadi kebiasaan" atau kadang " kasih saja yang bener benar sudah tua atau cacat kalau yang masih muda nggak usa dikasi "
begitu pula setiap ada pengemis didepan rumah kalu masih muda kakak saya bilang "nggak usah dikasih " kadang hampir tiap sore seorang peminta2 tua sudah menjadi langganan dirumah kami dan bener saja kalu ketemu kakak saya kadang sempat tedengar ngerundel " minta koq tiap hari "
tapi saya pernah belajar satu hal dari bapak saya almarhum ( semoga mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT ) setiap hari jumat sebelum sholat jumat di masjid Jami' /besar di kota saya , bapak selaluh menyiapakan dikantongnya uang recehan agak banyakrupanya bapak selauh memberi anak2 yang meminta minta didepan Masjid dengan uang recehan tersebut, kadang pula didepan rumah kalau ada pengamen yang menyayikan sebuah lagu bapak panggil suruh menyanyi beberapa lagu( karena bapak suka lagu2) kemudian bapak akan kasih uang agak banyak buat pengamen tersebut. Bapak pun tidak pernah membedah bedakan kalau memberi peminta minta.
pernah suatu hari bapak berkata kepada saya " bahwa memberi uang recehan itu tidak akan membuat kamu miskin, senang melihat orng senang itulah maksudnya tidak mempersulit begitu pelajaran yang pernah bapak katakan kepada saya " lebih tepatnya dengan bahasa saya adalah " Memberi tanpa syarat "
saya tidak begitu faham dalam hal agama , pernah saya baca entah hadist atau apa " bahwa jikau ada seorang peminta minta sekalipun ia naik kuda maka tetap berilah dia ". Begitulah yang ingin saya share kali ini " memberi tanpa syarat "




+palestn.jpg)



+era.jpg)


















