Showing posts with label My Feeling. Show all posts
Showing posts with label My Feeling. Show all posts

Thursday, 22 January 2009

Memberi tanpa syarat


Waktu kecil saya pernah punya pengalaman yang cukup membekas dalam jiwa saya .
bermula setiap jalan jalan kepasar dikota kecil saya Gresik, sepanjang jalan sering bertemu peminta minta, baik muda tua, sehat ataupun ada yang sakit/cacat anggota tubuhnya. Satu dua kali saya sering memberi sekedar uang receh pada mereka tapi lama kelamaan kakak perempuan saya sempat pula mengerutu. " wah..nggak usah dikasih Ren nanti jadi kebiasaan" atau kadang " kasih saja yang bener benar sudah tua atau cacat kalau yang masih muda nggak usa dikasi "

begitu pula setiap ada pengemis didepan rumah kalu masih muda kakak saya bilang "nggak usah dikasih " kadang hampir tiap sore seorang peminta2 tua sudah menjadi langganan dirumah kami dan bener saja kalu ketemu kakak saya kadang sempat tedengar ngerundel " minta koq tiap hari "

tapi saya pernah belajar satu hal dari bapak saya almarhum ( semoga mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT ) setiap hari jumat sebelum sholat jumat di masjid Jami' /besar di kota saya , bapak selaluh menyiapakan dikantongnya uang recehan agak banyakrupanya bapak selauh memberi anak2 yang meminta minta didepan Masjid dengan uang recehan tersebut, kadang pula didepan rumah kalau ada pengamen yang menyayikan sebuah lagu bapak panggil suruh menyanyi beberapa lagu( karena bapak suka lagu2) kemudian bapak akan kasih uang agak banyak buat pengamen tersebut. Bapak pun tidak pernah membedah bedakan kalau memberi peminta minta.

pernah suatu hari bapak berkata kepada saya " bahwa memberi uang recehan itu tidak akan membuat kamu miskin, senang melihat orng senang itulah maksudnya tidak mempersulit begitu pelajaran yang pernah bapak katakan kepada saya " lebih tepatnya dengan bahasa saya adalah " Memberi tanpa syarat "

saya tidak begitu faham dalam hal agama , pernah saya baca entah hadist atau apa " bahwa jikau ada seorang peminta minta sekalipun ia naik kuda maka tetap berilah dia ". Begitulah yang ingin saya share kali ini " memberi tanpa syarat "

Thursday, 15 January 2009

Tears in GaZa





















Sources from eramusli..com & detik.com

Tuesday, 6 January 2009

Untuk Jiwa suci Di Palestine





Beberapa Waktu ini jiwa & raga terasa sakit ibu
Menyaksikan jiwa jiwa suci berbalut beludru merah
Menahan peri yang tida tara dibanding sayatan seribu pisau
Anak anak direngut paksa kasih sayang dari buaian bunda bapaknya
wanita wanita harus mampu menahan sesak di dada & kehabisan air mata

Hanya karena janji Tuhan tiada alpa maka jiwa jiwa suci itu akan menjadi penyemangat jiwa untuk selaluh berjuang di jalan Nya.

Sunday, 28 December 2008

New Year I Muharram 1430 H

Selamat tahun baru 1430 H - 1 Muharram yang kebetulan juga berdekatan dengan tahun baru Masehi 2009. Tiada kata yang lebih tepat kecuali doa dan harapan untuk kebaikan & keberkahan dari Allah Swt bagi kehidupan kita, masyarakat sekeliling kita serta Bangsa Indonesia.

" Semoga mendapat ampunan dosa2 kita yang lalu & semoga tahun yang akan datang lebih baik dan bertambah keimanan kita kepada Allah Swt, Serta selaluh di golongkan orang2 yang mendapat petunjuk, hidayah, rahmat serta menambah kekhusukkan kita beribadah kepada Allah Swt " ( pray from my Mom today )

Monday, 22 December 2008

Mother day

"Selamat hari ibu..semoga sukses mendidik anak anak yang sholeh sholekah , sehat, cerdas, , terampil, berbudi luhur dan tercapai cita citanya dalam menjadikan keluarga sakinah mawadah warrahmah barokah ( apa yang dikatakan orang tua kepada anaknya adalah doa maka katakanlah yang baik-baik saja ) ..Amin "

itulah doa yang yang sempat terucap dari ibu mertua saya yang sudah saya anggap seperti ibu kandung, malu keburu keduluan. Tiada kata dan apapun didunia ini yang bisa mewakili segalah pengorbanan seorang ibu , maka doa tulus selaluh kita sampaikan kepada Robb Tuhan semesta alam untuk ibu atas luasnya kesabarannya merawat , mendidik kita. Semoga Ibu selaluh diberi kesehatan, diampuni segalah dosa, mendapat kasih sayang Allah di dunia dan akherat. Demikian juga untuk bapak kita.

Doa ibu saya juga saya sampaikan untuk semua ibu di bumi ini.

Thursday, 6 November 2008

Mencari Kenyamanan

Setelah hampir setahun di Doha , beberapa pelajaran sudah bisa saya nikmati .....tapi masih banyak pelajaran yang belum bisa saya cernah...makanan kali....ha..ha...ha...
yang namanya budaya niru masih saja ngikut kayak buntut (bahasa pakemnya ekor alias tail )..ada temen beli furniture baru pingin juga, ada temen cerita tas murah di mall a pingin kesana hunting , ada temen cerita gaji suami gede bisa ini bisa itu pingin gitu juga. Cuma yang seperti ini suami sudah pasang muka worried he..he..seperti papan sponsor pearl town di Doha gede gede tertulis " ini ni istri yang bikin suami melakukan korupsi !!!'

Judulnya saja mencari kenyamanan..... kata seorang kyai dulu pas di Indonesia..kita ini nggak perlu kaya yang penting cukup saja, cukup makan, cukup minum, cukup tidur, cukup car, cukup sandang, cukup papan dan cukup cukup yang lainnya....wakakak..!
Ada lagi temen yang hidup sederhana saja bilang didunia nggak kaya materi nggak apa apa teman! yang penting kaya hati...sambil menagis haru saya menepuk nepuk pundaknya.

La wong saya ini maunya enak...pinginnya ya kaya materi juga kaya hati, kaya didunia dan kaya di akherat....amin..ya Robbal Alamin...tapi apa mau dikata...expectasi saya tinggi tapi roda dunia saya jalannya nggak secepat saya membayangkan kenginginan itu !!wuzzh..... sekencang land cruiser orang Qatari yang nabraki trotoar buat cari jalan pintas....langsung ada di batok kepala yang isinya otak sebesar kepalan tangan dengan bermilyar syaraf...yang ada ya... mumet bin stress..dan teman temannya.

La...terus apa sih kenyamanan, pakai ukuran apa dia, siapa yang bisa mengukur walah...pokoknya tambah mumet .... suatu saat Saya dan worker dipingir jalan sama sama makan. Walauapun beda tempat makannya.. herannya koq saya masih menggerutu ketika harus tunggu lamanya selesai masakan dari restaurant turky central..sedangkan si worker asyik saja terlihat menikmati makanannya di emperan toko sekitar nggak perduli orang lalu lalang. Atau Seperti waktu kemarin musim summer saya ni..sibuk menggerutu kayak yang paling kepanasan di dunia nyalain ac disemua ruangan, bawaannya kesel kalau keluar rumah kepanasan, dll. Sementara ketika kita lagi asyik naik mobil sambil dengerin musik plus ac yang paling high, diluar sana para worker masih asyik saja bekerja dan jika mulai siang mereka tiduran dibawah pohon yang agak rindang dipinggir jalan sambil sesekali masih terlihat berkelakar dengan sesama teman dan menikmati hidangan siang.

Hebat sekali mereka...setelah saya pikir akhirnya otak saya sampai pada suatu kesimpulan. Ternyata yang namanya Kenyamannan itu letaknya pada diri kita sendiri alias kenyamanan ya diri kita, tidak ada patokan khusus bahwa yang bawa land cruiser, atau yang tidur dirumah mewah, atau makanan dari roti gandum yang di bakar agak gosong itu disebut kenyamanan. Walaupun jasad ini nggak munafik seneng saja dimanja sama yang namanya fasilitas.

Ini semua hanya ungkapan perasaan nggak penting dari orang nggak penting seperti saya, boleh juga dibilang narcism...wis..wis.. bubar , mari , enthek the end.

Wednesday, 1 October 2008

IED FITRI DI QATAR

" Selamat Ied fitri Mohon Maaf Lahir Batin "

Merayakan Ied Fitri pertama di Qatar terasa perbedaan yang begitu mencolok, terutama dimalam akhir Ramadan . Tidak ada suara takbir ataupun riuhnya anak kecil membawa beduk keliling kampung mengumandangkan kalimat Takbir. Ramainya orang orang ke Masjid megumandangkan takbir sekalian membayar Zakat.Tidak ada juga obrolan bersama sanak saudara yang begitu intens karena lewat telepon disini berbicara hanya seperlunya . Sekedar ucapan kangen dan permintaan maaf lahir batin. Juga sedikit air mata akibat perasaan haru yang tidak terbendung lagi.

Sempat Azka anak pertama kami mengeluh " tidak enak lebaran di Qatar " sempat di tulis juga pada selembar kertas dan di tempel di kaca " I Hate Qatar ". Saya dan suami cuma senyum .
Mungkin ada alasannya sebelumnya selama di Indonesia sering setiap malam takbiran kita keliling ke tempat terdekat untuk membagikan sedikit rizky yang sudah anak - anak tabung sebelumnya, kepada orang - orang atau anak - anak yang kurang beruntung di jalanan. Mereka begitu menikmati aktivitas ini sekaligus bertakbir menyambut lebaran. kadang pula bersama temannya tetangga sebelah , mereka bertakbir sambil memukul kaleng kosong.

Kemarin malam Ramadan terakhir setelah tahu akan lebaran besok , anak - anak bersorak senang " hore besok lebaran " saya bersiap ingin keluar membeli sedikit bahan makanan yang belum ada, di supermarket terdekat. tapi aktifitas segerah terhenti suasana menjadi hening, ketika suami tiba - tiba bilang yang intinya adalah besok lebaran sepertinya belum siap bukan karena hal lain tapi sepertinya ada persaan sedih berakhirnya Ramadhan , apakah terus kita rayakan dengan shoping atau makan makan di mall. Akhirnya kita semua tidak jadi pergi keluar, menikmati bertakbir di rumah sambil mendengarkan suara takbir dari Chanel Muslim di internet.

Lepas dari setiap Muslim memaknai lebaran Ied Fitri yang berbeda beda tidak lah menjadi masalah. Menurut saya yang terpenting adalah dalam hati kita selaluh ada nama Tuhan yang selaluh kita Agungkan dan membuat perilaku kita menunjukkan akhlakul Karima.

Saturday, 27 September 2008

Laskar Pelangi

Setelah lihat di detik.com bahwa film yang diangkat dari karya sastra Andrea Hirata yang berjudul LASKAR PELANGI sudah rilis di pasaran. Hati rasanya sudah nggak sabar ingin segera melihat filmnya. Walaupun bukunya sudah dibaca bekali kali nggak tahu magnet apa yang begitu bisa menyedot my attention untuk satu hal ini.

Barangkali karena di dalamnya ada energy positif , kejujuran yang nggak di buat buat , memotivasi & inpiration tanpa mengurui , segar, ilmiah tapi tetap padat ungkapan sastra yang tinggi.

Kalau boleh teriak ingin saya menteriakkan " Laskar pelangi ku tunggu filmmu di Doha...!!!" Sayang saya mesti bersabar untuk satu hal itu karena untuk mendapat original dvd nya mesti titip teman suami yang baru mau pulang besok dari Doha ke Indonesia, hik..hik..tunggu 2 -3 minggu ..sabar...sabar...sabar....!!

Haus akan bacaan yang bermutu begitulah kira kira yang terjadi dengan saya disini.....kesulitan mencari buku buku karya penulis Indonesia yang nggak obral selerah pasar tapi tetap sarat pesan moral jalanan yang dibungkus untain kalimat sastra nan indah. Wualaah...ikutan puitis tapi suerrr ini salah satu jenis buku favourite saya. Semisal slilit sang Kyai, Markesot berkata/bertutur, dll by Emha Ainun N, Langit Langit Desa by Muhammad Zuhri , Setengah Isi Setengah Kosong By parlindungan Marpaung , Detik Detik Terakhir Rasulullah by KH Firdaus A.N, Puisi puisi D Zawawi Imron & Taufik Ismail dan nggak ketinggalan semua buku karangan Andrea Hirata ( saya tunggu buku satunya mudah mudahan segera rilis " Maryamah karpov" ). Ataupun buku buku kisah nyata/biografi dari orang orang yang bisa survive dari keterbatasannya semisal pemain piano hebat dari jepang masih muda tapi memiliki kekurangan secara fisik wah lupa ni namanya....

Ya begitulah akhirnya yang ada saya searching di internet buka dan baca blog orang orang yang isinya sesuai dengan favourite saya. Seperti kumpulan cerita berhikma....ada juga yang funny tapi syarat pesan buat kita ceritakan ke main costumer kita " our kids ". Biasanya my kids sudah pada nggak sabar buat diceritain....dan penasaran kalu ceritanya bersambung.


Thursday, 25 September 2008

Tidak Pernah Puas..???



"Jika manusia diberi harta sebesar gunung dan selebar lautan maka pada akhirnya ia pun tak akan pernah puas dengan itu semua, seperti fenomena meminum air laut semakin diminum maka akan semakin haus."

Saya pernah bertanya kepada ibu mertua saya kenapa ada doa belum dikabulkan padahal secara syariat kita sudah memenuhi. Ibu menjawab bahwa manusia itu penuh dengan keterbatasan sehinggah yang dia tahu hanya real time saja, prasangkah kepada Tuhan, padahal boleh jadi misalkan kita mendoakan orang tua kita panjang umur dan besoknya orang tua kita meninggal maka bukan berarti doa kita tidak dikabulkan. Bisa jadi beberapa saat yang lalu, bisa satu jam yang lalu , dua hari yang lalu, tiga tahun yang lalu bahkan 12 tahun yang lalu dan seterusnya yang harusnya orang tua kita meningal saat itu tapi Tuhan masih perkenannkan sisa umur orang tua kita dilalui bersama kita.

Begitu pula dengan memohon rezky....kita mungkin nggak sadar atau merasa belum diberi rezky karena yang kita harapkan adalah real time , real thing, dsb yang real dan dalam bentuk benda.
Padahal boleh jadi ketika kita bisa makan walaupun hanya sambel tempe penyet itu adalah rizky dari Tuhan kalau tidak mungkin kita sudah kelaparan , nggak makan apa-apa.

Atau ketika kita melihat tetangga minuman es kopyor sedangkan kita just drink fresh water, loh...betapa baiknya Tuhan sebenarnya pada kita saat itu kita masih diberi kemampuan meminum air putih, tidak kehausan ditengah jalan.

Masih bisa tertawa bersama anak dan suami , masih bisa sikat gigi 3 kali sehari, masih bisa buang angin dengan lancar, masih bisa sms atau YM dengan orang tua atau teman, dan hal hal yang kelihatan kecil dalam keseharian kita , itulah baru setitik kasih sayang Tuhan yang di curahkan buat kita.

Saya jadi bertanya lagi pada diri Masihkah pantaskah saya tidak puas dengan kehidupan ini, mengeluh ?

Surah Ar-Rahman " maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan ?

Thursday, 22 May 2008

The Journey #1


Akhirnya kita bertemu ...
Dalam ikatan mistery yang tak dapat terlukiskan oleh kata...
Dalam balutan ke Agungan rindu yang tak terkira....
Akhirnya kita bertemu....di Raudhah MU...wahai Manusia Agung kekasih Robb yang paling tinggi

Dalam jalur waktu ...ketika ruhku masih dalam genggaman Ilahi di atas Arsy
Benarkah Engkau memanggilku...
Sekarang di hadapan Rumah Mu ... aku hanya makhluk kerdil tanpa arti
Menanti uluran cinta melalui para kekasih Mu...
Belajar kesabaran dan cinta yang tiada batas pada Robbnya dari nenek kita Ibrahim As dan putranya
Demikian pula dengan wanita mulia Siti Hajar...

Wahai Robb Ku ..jika cinta adalah ketertawanan...maka biarkanlah aku tertawan oleh cinta MU

Saturday, 22 March 2008

Pendidikan VS Uang sekolah


Di Detik .Com beberapa minggu yang lalu sempat saya baca berita disalah satu sekolah dasar negeri,ada kakak beradik yang malu tidak mau sekolah lagi atau lebih tepatnya dibodohkan terang terangan oleh pihak institusi yang bernama SEKOLAH. Sangat menyedihkan!.Ironi sekali hal ini bisa terjadi pada lembaga yang notabene harusnya menjadi kawah pengodokan intelektualitas, mengasah rasa dan asa bagi anak anak negeri ini. Hanya karena rupiah (baca uang sekolah) yang ditagikan kepada mereka di depan kelas oleh Yang terhormat tuan kepala sekolah. Hal serupa pernah juga saya alami selaku staf pendidik di salah satu sekolah dasar di Jakarta. Ketika siswa hendak mengerjakan ulangan umum bersama tiba tiba ada pemberitahuan bahwa yang belum melunasi uang sekolah tidak diperkenankan mengikuti ulangan umum bersama. Waktu itu sempat beberapa staf pengajar memprotes tapi rupanya pihak yayasan bersikukuh hal itu tetap dilaksanakan, syukur kejadian itu cuma berlangsung satu jam pelajaran karena buru buru pihak yayasan menarik kembali keputusannya. Tapi tetap saja efek psikologis bagi anak anak masih terasa karena sudah diumumkan didepan kelas atau sekolah.
Ada anak yang menangis, ada yang nggak mau sekolah besok harinya, malu, takut, walaupun ada juga yang hanya senyum senyum saja. Yang hendak saya garis bawahi adalah, alangkah baiknya jika segalah urusan administrasi baik itu uang sekolah, seragam dan lain sebagainya yang tidak bersangkutan dengan pembelajaran secara langsung hendaknya tidak melibatkan siswa ataupun anak didik, biarlah pihak sekolah yang berhubungan langsung dengan wali murid atau orang tua anak . Saya sebenarnya bukan pakar psikologi ataupun pakar pendidikan , tapi saya sedikit bisa merasakan apa yang anak anak itu rasakan . Bayangkan saja kalau aib kita atau kita punya hutang ditagih di depan orang banyak ( ini bukan pengalaman pribadi lho..he..he..). Lepas dari semua itu rasanya tidak lah terlambat dan harus kita mulai, merubah konsep lama bahwa sekolah yang dulu hanya mencetak manusia manusia yang hanya pintar dalam berhitung, menghafal ( contoh tuan kepala sekolah ) tapi juga mampu mengenal dan memahami emosi ( kecerdasan emosional) , spiritual dan juga mempunyai kemampuan bertahan dalam hidup. Sehinggah berkuranglah orang orang yang bermental budak ( maaf jika kurang sopan). Tentu saja harapan yang besar dan juga mimpi mimpi indah tentang dunia pendidikan yang ideal harus terus ada dalam pikiran kita, mungkin suatu saat kita akan menjadikannya kenyataan. Ini adalah kerja jamaah.
Tapi lagi lagi, Ya Tuhan ...beberapa hari yang lalu, di sekolah anak saya hal serupa terjadi lagi (akhirnya ingin saya share dalam bentuk tulisan)...anak saya pulang sekolah menyampaikan kerihatinannya akan nasib temannya yang disuruh maju didepan kelas, sambil principlenya sedikit bicara mengancam. Jika besok tidak melunasi uang sekolah tidak boleh mengikuti pelajaran term selanjutnnya. Ah...bukan hanya di dalam negeri di luar negeripun yang namanya lembaga pendidikan jika masih dikelolah orang orang bermental budak, kurang faham psikologi anak, walaupun bergelar panjang dari A sampai Z, yang ada pola pola pendidikan yang nggak manusiawi. Walaupun saya percaya masih banyak pendidik pendidik yang punya hati nurani, dan mengabdikan hidupnya untuk kemajuan anak didiknya. Salut buat mereka !. Semoga guru guru saya dan guru yang lain mendapat pahalah dari Tuhan "kebaikan, keberkahan dan kemudahan hidup di dunia dan akherat. Amin..."

Saturday, 15 March 2008

Sebel....tapi cinta koq

Itulah kata kata yang beberapa saat pernah terucap dibibir indah ini(huuu..narcism!)mulai dari bikin blog sampai mau ngelink saja susaaah! Selalu dia berkata proses itu penting dari try and error itu baru namanya learnning by experiences...wualah nggak sabar aku...! Akhirnya bener saja ku coba coba sendiri, ya ini jadinya oarang gaptek belajar bikin blog. Tapi faham akhirnya yang sering dia bilang ke aku. Terus ada satu hal lagi entah kenapa aku pingin merubah cara ngeblogku....jangan salah sangkah dulu , bukannya saya ingin kelihatan ilmiah , atau keminter. Justru saya ingin bebas berekspresi( wualah....gaya mene!)tidak sekedar curhat....tapi bermanfaat. Itu yang sedang kupikir pikir...

nb:
dia is my beloved man NK

Thursday, 14 February 2008

I am angry........!!!!

Pagi ini seperti biasa sambil menyuapi si kecil aida , aku coba nonton saluran documentary di salah satu stasiun tv Middle East, salah satu acara pagi itu membuat hatiku berantakan tak karuan. bagaimana tidak diceritakan tentang masa masa sesudah perang di negara muslim Balkan, Bosnia, Albania, Kosovo. Perjuangan sebuah keluarga yang masih menyisahkan sedikit harapan untuk kehidupan atau mungkin hopeless , tak tahu lah ...! Mata mata kecil itu seperti isyarat Tuhan untuk kita. Tak ada pemenang dalam sebuah peperangan walaupun itu yang disebut sebagai "the win". Aku semakin meradang saja dibuatnya, bangsa bangsa agresor , bilangnya menjunjung democracy , human right, dan nilai nilai peradapan yang tinggi. hanya sampai disitu saja dogma itu. sangat pandai merampok mimpi manusia lain. Mulut dan hati ini seperti tak henti nggerundel..del..del..del....

Wednesday, 30 January 2008

Cinta tanpa kata cinta

Wah..apalagi tu...
Begitulah saya mengawali sebuah hubungan menuju ikatan keluarga dengan my dearst, tanpa pernah ada kata cinta ..tapi lewat tatapan , atau bahasa tubuh , dan action kedepan itu menunjukkan lebih dari kata cinta. Ya ..kadang kaum hawa paling senang dengan ungkapan- ungkapan romantis nan melankolis itu pun tidak saya pungkiri. Walaupun lambat laun setelah beberapa tahun terucap juga tapi tidak sering. katanya cinta itu bisa tumbuh dan layu tidak jadi persoalan kata cinta terucap berapa kali , yang penting apapun yang kita lakukan menunjukkan arti menumbuhkan , memberi , berkorban dan semua yang memngandung energy positif untuk pasangan ataupun orang terdekat kiata itulah cinta yang sesunggunya. "To my beloved NK"

Wednesday, 16 January 2008

all of my daughters

Simaklah perasaanku....
tempelkan telingamu di hatiku,
agar kau dengar tidak sekedar kata dan tingkah.
Simaklah perasaanku....
perasaan itu lahir, tumbuh, berubah setiap hari dan membentuk diriku.
Simaklah diriku yang sesungghnya...
Simaklah perasaanku.

Itulah kira kira bait bait pertama buku Ruth Reardon dalam judul "Listen to my Feelings" make me cry dan membuat pertanyaan besar dalam hatiku What am I a good mother ? , Tuhan..... desahku dalam dalam pagi ini . and.....

Saturday, 15 September 2007

Nyanyian seorang petani

Berilah kiranya yang terbaik bagiku
tanah berlumpur dan kerbau pilihan
biji padi yang manis

Berilah kiranya yang terbaik
air mengalir
hujan menyerbu tanah air

Bila masanya buahnya kupetik
ranumnya kupetik
rahmat-Mu kuraih

tak tahu puisi dari mana tiba-tiba saja sudah ada di dalam tas kecilku, isinya sederhana tapi menyentuh hatiku. Pada awal puasa ini sebenarnya udara terasa panas tapi setiap pagi hari aku keluar bersama anak-anakku matahari seolah lembut menyapa kami, daun daun pohon syadu menari bersama angin pagi. Belum lagi aroma udara pagi yang masih bersih disekitar tempat tinggalku, sungguh membuat hati tentram karenanya.
Demikianlah dalam surat Ar-Rahman sering Allah katakan" Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan ? "

Friday, 14 September 2007

ketika anak-anak bertengkar

Kau ingin kami tampak...
seideal seperti dalam buku cerita ,
namun jangan panik bilamana kami bertengkar.

Kami perlu berdebat
agar terlatih menerima dan memberi
ditempat yang aman-dirumah.

Hentikan aku sebelum menarik rambutnya,
namun jangan perpanjang pertempuran ini dengan segala reaksimu.

Setelah semua ini berlaluh,
kami akan kembali seideal seperti dalam buku cerita, hingga......( to azka & alma ,mom always love you)

Saturday, 8 September 2007

Berdamai dengan hidup



" Sekali Waktu "
meri bermain gelembung sabun,
tanpa alasan apapun, mari bermain gelembung sabun,
tertawa sejenak, melihatnya menghilamg, bahkan tanpa
sedikitpun membayangkan kemana hilangnya.
Senyumlah, sentulah aneka warna pelangi itu
pandanglah semua itu berterbangan di udara
tanpa alasan mengapa-
tanpa tujuan-tanpa beraturan
sekali waktu...
marilah kita bermain gelembung sabun...
(Suara Hati si Kecil by Rith Readon )


Suatu waktu ketika kepenatan kita semakin memuncak, tak ada salahnya kita menjadi anak kecil, atau diam seribu bahasa menikmati keheningan sejenak. saya berfikir menjadi orang tua bukan berarti mengubah diri kita seperti orang tua, tidak perlu berubah agar menjadi orangtua, cukup menjadi manusia biasa saja.Dan kita sisa berdamai dengan hidup.....

my first post

" TIDAK CUKUP "
bahwa aku dicintai,
aku juga merasakannya,
Tunjukkan cintamu dengan cara yang dapat kupahami.
Kerja kerasmu sepanjang hari bagiku,
kini tak lagi berarti bagiku,
namun pelukan dan kata kata,
terutama bermain
membuatku merasa :
diriku dicintai.
Kira kira sepenggal puisi sederhana dari buku terjemahan Ruth Readon yng berjudul " Suara Hati si Kecil " begitu menginspirasiku .
Tuhan ....saya bukan manusia sempurna but saya selaluh ingin tumbuh dan belajar untuk hidup ini. Ketika kata beberapa pakar hidup tidak lagi sesederhana yang kita bayangkan. menikah, punya anak, berkelurga, dst.. kompleksitas masalah mulai meningkat . Apa yang harus kita lakukan ? Satu, dua , tiga , .....seratus teory kubaca semakin membuat ku pusing. Ah... ada satu resep dari seorang yang sangat sederhana, yaitu orang desa yang jauh dari sentuhan modernitas , junkfood, hp, 3g, wis apalah itu. Yaitu belajar menerima diri sendiri dan lingkungan.
Ya... itulah salah satu resep sederhana yang kudapat beberapa tahun lalu ketika mudik. Saat ini begitu banyak harapan ku pada anak-anak, diriku, my love,...dst sedang realita tidak begitu mendukung, apa yang terjadi? yang ada tentu kekecewaan, putus asa .
no..no..! begitu hati kecilku berkata. Yang pertama harus kulakukan adalah aku harus menerima keadaan ini dan terus belajar, berkembang dengan modalitas yang ku miliki walaupun itu hanya 1% taruhlah .Oh ..ya mainly is always make link with GOD . SELALUH SEMANGAT MEMANDANG HIDUP. Hore.....! ( sayang to azka, alma, aida and papa)