Tuesday, 3 June 2008

Mr. electricity

Sudah dua minggu ini listrik di tempat kami padam beberapa kali. Huuuiii.....yang namanya di middle east apalagi summer gini dengan suhu bisa mencapai 40c lebih tanpa ac, rasanya seperti dioven di dalam rumah. Belum lagi sebagian peralatan kami mulai ac, kompor listrik, refrigerator,dll . Semua tergantung sama yang namanya Mr electricity. Semalam adalah lost listrik yang paling lama saya alami kurang lebih 5 jam, malam hari lagi. Sampai menjelang adzan subuh (di qatar ) baru itu Mr berkenan menyapa kami lagi.

Sebenarnya kejadian serupa pernah bahkan sering terjadi di Indonesia, sering kita dengar pemadaman bergilir. memang dimana mana yang namanya giliran nggak ada enaknya maunya si..kita ini monopoli..hi..hi..Sampai sampai waktu itu karena lamanya ada beberapa tetangga yang nggak siap penampung air di rumahnya harus dateng ke rumah kita hanya untuk minta air sebak untuk buang hajat.Belum lagi namanya air kemasan isi ulang pada habis diserbu pembeli disekitar komplek saya , terutama bagi mereka yang memang tidak menyediakan tandom penampungan air di rumahnya.

Dari semua kejadian diatas saya jadi tersadar betapa manusia terutama saya sangat tergantung sama yang namanya Mr elctricity. Jadi kembali menginggat ketika belum ditemukannya listrik oleh Thomas A Edison ( thanks tuan Edison untuk inventednya very useful ! ) saya juga belum lahir sih...cuma kira kira saja dari membaca buku. Untuk mengambil air mesti menimbah dari sumur yang dibuat atau berjalan menuju sungai terdekat. Memasak hanya perlu tungku dan kayu lebih berkembang lagi menggunakan gas. Kepanasan ya..tunggu saja angin bertiup atau keluar rumah, menggunakan kipas manual.

Jadi teknologi itu sebenarnya dalam rangkah membantu manusia , memudahkan pekerjaan manusia. Tapi ketika sudah menjadi ketergantungan sama teknologi karena sudah terbiasa dimanjakan...wah bisa jadi masalah ketika sang sandaran hidup ( baca teknologi ) tiba tiba lost dari peredaran. Nangis gulung gulung kita, nggak masak bisa bisa terjadi kelaparan, lah kompor saja sourcenya dari listrik. Badan jadi kurus, keringat mengalir terus ac mati. Dan lain sebagainya. Terbayang salah satu film " The Day After Tomorrow " Moga2 nggak terjadi de...

Beberapa hal yang bisa kita lakukan ini hanya berdasarkan pengamatan saya saja diantaranya :
Terpikir juga energi alternatif selain listrik ( semoga segera ditemukan ).
Hemat energi paling tidak bisa kita lakukan di rumah.
Kurangi efek rumah kaca/ mengurangi pemanasan global.
Bikin sumur atau pompa tangan dirumah selain pakai pompa listrik.
Green house/ boleh juga tanaman dalam pot jika nggak punya halaman.
Sebisa mungkin tidak ada single company yang monopoli listrik.
Alat masak tidak semuanya pakai listrik terutama yang utama gunakan non listrik ( kompor ).
Dan masih banyak lagi...

1 comment:

Sera said...

You write very well.